Salah satu adegan di "Fantastic Beasts.." (Warner Bros Pictures)

Tiga Hal dari “Fantastic Beasts” yang Bikin Penasaran..

BertuturComFantastic Beasts and Where to Find Them sudah beredar di bioskop-bioskop di Indonesia sejak pekan lalu, Rabu, 16 November 2016. Film besutan David Yates ini berupaya mengembalikan kejayaan sihir ke bioskop.

Banyak yang memuji. Ada juga yang tidak terlalu excited pada pembuka dari lima film spin-off dari serial Harry Potter ini.

Sebelum lanjut membaca tulisan ini, perlu diberi peringatan untuk yang belum menonton, tulisan ini mengandung spoiler!

Fantastic Beasts boleh jadi tidak terasa WOW karena saya sudah terbiasa dengan dunia sihir Hogwarts melalui tujuh buku dan delapan film Harry Potter. Namun, film ini jauh dari kata mengecewakan. Setidaknya saya sangat terhibur dengan film berbudget 180 juta dolar AS (kira-kira kalau dirupiahkan Rp 2,4 triliun, cukup buat beli seblak untuk 240 juta orang).

Film ini layak menjadi pembuka serial dunia sihir awal abad 20. Saya pun harus memuji transformasi JK Rowling dari penulis buku ke penulis skenario. Saya teringat 17 tahun lalu ketika membaca buku pertama Harry Potter. Selesai membaca buku, saya selalu tidak sabar menunggu kelanjutan ceritanya. Begitu pula dengan film ini.

Rowling mempertahankan kekhasannya menyelipkan cerita yang membuat bertanya-tanya sehingga saya berharap rasa penasaran saya terjawab pada cerita film-film berikutnya.

Rencananya, Fantastic Beasts akan dibuat dalam lima film. Seluruhnya akan tayang hingga delapan tahun mendatang. Film kedua dijadwalkan tayang pada 2018, sedangkan ‎film ketiga pada 2020.

Berikut beberapa hal yang membuat saya penasaran…

1. Albus Dumbledore

Nama Dumbledore muncul ketika Percival Graves (diperankan oleh Collin Farrel) meminta keterangan dari Newt Scamander (Eddie Redmayne). Graves penasaran dengan latar belakang Scamander yang dikeluarkan dari Hogwarts karena berurusan dengan binatang buas (hmmm.. agak mengingatkan dengan cerita Hagrid, ya).

Dumbledore menjadi satu-satunya guru yang menolak Scamander dikeluarkan dari Hogwarts. Graves berusaha mengorek keterangan mengapa Dumbledore membela Scamander. Ketertarikan Graves terjawab di akhir film dengan kemunculan Gellert Grindelwald (Johnny Depp).

Saya penasaran dengan kisah Dumbledore karena Grindelwald sudah berusia 43 tahun (dia lahir pada 1883, film ini bersetting 1926) pada setting film ini. Sebagaimana diketahui penggemar Harry Potter, Dumbledore bersahabat dengan Grindelwald ketika keduanya masih remaja atau pada usia 17 tahun. Tetangga Dumbledore yang merupakan bibi Grindelwald mengenalkan keduanya.

Keduanya memburu Deathly Hallows dan berencana melakukan revolusi dengan mengakhiri Statuta Kerahasiaan Sihir Internasional. Statuta ini menjadi aturan yang dibuat oleh Konfederasi Sihir Internasional untuk melindungi komunitas penyihir dari orang tanpa kekuatan sihir. Para penyihir Inggris menyebut orang tanpa kekuatan sihir sebagai Muggles. Amerika punya istilah yang berbeda, yaitu No-Maj alias Non-Magic. (Saya lebih suka muggles, tentu saja).

Persahabatan Dumbledore dan Grindelwald berakhir ketika keduanya terlibat duel dengan adik Dumbledore, Aberforth Dumbledore. Duel itu berakhir dengan kematian adik Dumbledore, Ariana. Dumbledore mengakhiri petualangannya, sedangkan Grindelwald tidak.

Artinya, Grindlewald sudah ‘bermusuhan’ dengan Dumbledore dalam Fantastic Beasts and Where to Find Them. Jika mengurut cerita Harry Potter maka Grindlewald seharusnya menjadi penyihir terhebat setelah cerita Scamander di Amerika Serikat.

Selanjutnya, pada 1945, Dumbledore mengalahkan Grindlewald pada sebuah duel legendaris. Konon, film kedua Fantastic Beasts bakal bersetting 19 tahun setelah film pertama.

2. Leta Lestrange

Nama Leta Lestrange muncul ketika Queenie Goldstein (diperankan oleh Alison Sudol) melihat foto perempuan dalam koper milik Scamander. Dalam koper ini maksudnya bagian dalam koper milik Scamander merupakan transformasi dari sebuah ruangan, hutan kecil, gurun, dan pegunungan salju.

Queenie (oh, I love her!) punya kemampuan legilimens alias membaca pikiran orang. Dia mengaku pikiran orang Inggris sulit dibaca karena persoalan dialek. Tapi, ketika itu, dia bisa membaca pikiran Scamander karena “Mereka yang terluka lebih muda dibaca.”

Tanpa perlu menunggu jawaban Scamander, Queenie tahu foto perempuan tersebut adalah Leta Lestrange. Queenie juga menyebut sesuatu tentang perempuan itu dan keluarganya. Tapi, Scamander langsung menghentikan Queenie dan memintanya berhenti membaca pikiran.

Ada beberapa alasan saya penasaran dengan Leta Lestrange. Pertama, tentu saja, nama belakang Leta Lestrange mengingatkan pada pengikut setia Voldemort, Bellatrix Lestrange. Saya langsung bertanya-tanya, apa hubungan Leta Lestrange dan Bellatrix, atau mungkin lebih tepatnya dengan suami Bellatrix.

Bellatrix, yang lahir dengan nama belakang Black (dia sepupu Sirius Black, ingat?), mendapatkan nama Lestrange dari pernikahannya dengan Rodolphus Lestrange. Keluarga Lestrange merupakan pendukung Voldemort dan Rodolphus termasuk pelahap maut.

Kedua, berdasarkan informasi di Pottermore, saya mengetahui bahwa Newt Scamander merupakan kakek buyut suami Luna Lovegood, Rolf Scamander. Tidak terlalu jelas siapa ayah Rolf atau berapa anak Scamander.

Pottermore hanya menjelaskan bahwa Scamander menikah dengan Porpetina “Tina” Goldstein (kakak dari Queenie dan diperankan oleh Katherine Waterston) dan memiliki anak. Anaknya menikah dan memiliki Rolf yang menikah dengan Luna. (P.S. Semoga penjelasan saya tidak membingungkan.

Ketiga, dan yang terpenting, saya penasaran, ada hubungan apa Scamander dengan Leta Lestrange (diperankan oleh Zoe Kravitz). Saya menebak mereka pernah jadi sepasang kekasih.

Tapi, apa yang terjadi? Apa yang membuat hubungan mereka menjadi kandas? Ada apa dengan Scamander dan (mungkin) leluhur pelahap maut? Kisah cinta, meskipun berakhir tragis, selalu menarik.

3. Queenie Goldstein dan Jacob Kowalski 

Saya selalu suka dengan romansa dua orang yang berbeda latar belakang. Queenie Goldstein merupakan perempuan yang sangat menarik, sensual, berjiwa bebas, dan memilih pekerjaan yang tidak memiliki jenjang karier.

Sebaliknya, Jacob Kowalski (diperankan oleh Dan Fogler) sedang bekerja keras mewujudkan impian membuka toko kue. Queenie tertarik pada Jacob yang polos dan unik.

Perbedaan lainnya, Queenie merupakan penyihir sedangkan Jacob merupakan muggle (atau no-maj). Di AS, penyihir dilarang menikah dengan no-maj. Bahkan, para penyihir harus langsung melakukan mantra obliviate terhadap muggle yang mengetahui keberadaan komunitas sihir.

Queenie tidak rela ingatan Jacob mengenai komunitas dan pengalamannya di dunia sihir hilang. Queenie meyakinkan dan menyatakan bahwa “there’s only one you.”

Jacob meyakinkan Queenie bahwa dia rela hilang ingatan. Jacob pun melangkah ke bawah hujan yang akan menghapus ingatannya tentang dunia sihir. Ketika Jacob memejamkan mata, Queenie mendekatinya dan menciumnya. Saya menebak, memori inilah yang muncul ketika Jacob menjumpai Queenie kembali. Kenangan akan ciuman itu tidak hilang karena tercipta bersamaan dengan menghilangnya ingatan Jacob akan dunia sihir.

Boleh jadi, saya tertarik dengan kisah cinta mereka karena mengingatkan pada cerita Ronald Weasley dan Hermione Granger. Mungkin saya memaksakan, tapi saya merasa ada kesamaan. Ron merupakan penyihir sedangkan Hermione memiliki keluarga muggle. Keduanya juga berperan sebagai aktor pendamping.

Saya harus menunggu dua tahun lagi, bahkan mungkin lebih, untuk menuntaskan penasaran saya.

(anm)

The following two tabs change content below.
napuspita@gmail.com'

Annelies

Serupa burung hantu yang kerap tidak tidur di malam hari, pecinta kopi, dan hal-hal absurd. Percaya bahwa setan dan malaikat bekerja untuk perusahaan yang sama.

Comments

comments