Presiden SBY bermain gitar (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Sisi Lain Kepemimpinan SBY, dari Musisi Produktif hingga Media Sosial Kepresidenan Warisan SBY

BertuturCom – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memiliki rekam jejak kuat di militer. Prajurit TNI Angkatan Darat ini menekuni karir militer sejak masuk Akademi Militer hingga empat bintang bersemat di pundaknya. Pria Pacitan kelahiran 9 September 1949 ini juga merupakan menantu dari Jenderal Sarwo Edhi Wibowo, salah satu tokoh sentral dalam mengatasi–Orde Baru sering menyebutnya dengan istilah penumpasan–Partai Komunis Indonesia pada 1966. 

Meski demikian, SBY bukan sosok yang kaku. Jiwa seni tetap melekat dan menjadi hobi yang dikembangkan. Karena itu dalam era 10 tahun menjabat sebagai presiden, SBY tidak hanya menghasilkan karya birokrasi, tapi juga karya seni. Tercatat sudah lima album yang dirilis selama masa kepemimpinan SBY, yang hebatnya… sempat dibuat di tengah kesibukannya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

Di tahun 2007 SBY merilis album pertamanya, Rinduku Padamu. Musisi yang terlibat di album bernuansa religi ini pun tidak sembarangan. Tercatat ada nama vokalis legendaris Ebiet G. Ade, band Kerispatih, hingga Dea Mirella dan Widi Mulia yang berkontribusi menyanyikan lagu buatan Presiden SBY.

Di tahun 2009, SBY meluncurkan album kedua bertajuk Evolusi. Kali ini merupakan album instrumentalia dengan menggandeng Yockie Suryo Prayogo. Kemudian pada 2010, SBY merilis album ketiga dengan judul Ku Yakin Sampai di Sana. Di album ini ada sembilan lagu yang dinyanyikan artis terkenal, seperti Vidi Aldiano, Joy Tobing, dan Rio Febrian. Luar biasa.. sebab album ini dirilis ketika kasus Cicak vs Buaya sedang ramai di masyarakat.

Dua atau tiga, tentu tidak cukup. Album keempat lalu diluncurkan di akhir Oktober 2011. Di album berjudul Harmoni Alam Cinta dan Kedamaian, Presiden SBY kembali menggandeng musisi muda, Di antaranya adalah Afgan, Sandhy Sandoro, Rio Febrian, juga Agnes Monica. Sebagai presiden, tentu SBY tidak asal merilis album. Bagi SBY yang pernah menjadi anggota grup musik Gaya Teruna, album ini berisi harapan agar tercipta harmoni untuk masa depan bangsa.

Di tahun terakhir menjabat sebagai presiden, album kelima diluncurkan SBY. Pada Agustus 2014, album kompilasi lagu lama dengan lagu baru diluncurkan di Istana Cipanas. Kemasan kali ini lebih menarik sebab disertai buku kumpulan puisi. Adapun dua lagu yang ada di album kelima berjudul “Malam Sunyi di Cipaganti” dan “Aku Bangga Jadi Anak Indonesia”.

Media Sosial Kepresidenan

Tren digital dan media sosial juga tidak luput dari perhatian Presiden SBY. Kakek dari dua cucu ini pun terbilang aktif di media sosial, baik itu Twitter, Facebook, hingga situs berbagi video YouTube.

SBY mulai tweet perdananya pada 13 April 2013. Dalam waktu sekitar 1,5 tahun, akun @SBYudhoyono tercatat memiliki lebih dari 5 juta follower. Angka yang membuat SBY bisa masuk jajaran selebriti Twitter atau selebtwit. Sedangkan untuk fanpage resmi di Facebook, SBY memiliki lebih dari 3,7 juta likes.

Presiden SBY tampak tidak tertutup dalam memanfaatkan media sosial. Sejumlah isu yang sensitif bahkan ditulis di akun Twitter, seperti tanggapannya mengenai UU Pilkada dan kecaman yang ditujukan kepadanya. Di akhir tweet, biasanya ada tulisan “*SBY*” sebagai tanda tweet yang ditulisnya sendiri dan bukan ditulis tim. Sedangkan di Facebook lebih banyak post yang disertai foto yang diambil dari akun Instagram ibu negara Ani Yudhoyono. Dari pembedaan konten ini terlihat bahwa SBY (atau timnya) paham mengenai karakteristik platform media sosial.

Begitu pula konten untuk YouTube. SBY dan timnya memanfaatkan situs berbagi video milik Google ini sebagai media klarifikasi. Dalam video berdurasi cukup panjang SBY sering tampil untuk menjawab sejumlah isu terkini, termasuk kasus korupsi yang melibatkan petinggi Partai Demokrat.

Apa “media sosial kepresidenan” ini menjadi bukti ketidakpercayaan SBY terhadap media yang sudah ada saat ini? Bisa jadi.

Setidaknya hal ini terungkap dari ucapan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan. Menurut Ramadhan, SBY merasa penjelasannya di media massa sering dimuat tidak utuh. Alasan ini juga menjadikan SBY jarang memberi kesempatan kepada wartawan untuk mewawancarainya secara khusus.

“Ada sekat informasi yang diambil sepotong-potong. Kalau lagi pas, diambil. Kalau tidak, ditutup,” ucap Ramadhan dikutip dari VIVAnews.

Menariknya, Joko Widodo yang merupakan presiden pengganti SBY merupakan sosok yang mendapatkan popularitasnya berkat dunia maya. Relawan Jokowi juga bergerak begitu masif di dunia maya. Apakah ini berarti Jokowi akan melanjutkan tradisi “media sosial kepresidenan” yang sudah dimulai SBY? Bukan hal yang mustahil, bahkan sangat mungkin tentunya.

Baca juga:
Bagian 1: “Matahari Kembar” di Periode Pertama Kepemimpinan SBY

Bagian 2: Periode Kedua Kepemimpinan SBY, Langkah Penuh Kebimbangan

The following two tabs change content below.
Pemimpi siang bolong; Pencinta film; Korban absurditas

Comments

comments