foto: Marvel Studios via indiewire.com

Eksploitasi Black Widow

foto: Marvel Studios via indiewire.com

BertuturCom – Sekitar pekan sebelum Avengers: Age of Ultron dirilis, tepatnya 23 April 2015, media di Amerika Serikat dihebohkan dengan pernyataan Jeremy Renner (Hawkeye) dan Chris Evans (Captain America)  yang menyebut karakter Black Widow sebagai “slut”, dan “a complete whore”, dalam wawancara dengan Digital Spy.

Presenter acara itu sebenarnya menanyakan bagaimana sebenarnya hubungan antara karakter Black Widow dengan para jagoan laki-laki di film Avengers: Age of Ultron, yang baru tayang di AS 1 Mei 2015. Pertanyaan ini terkait dengan banyaknya fans dan shipping* yang mengharapkan Black Widow bersama Hawkeye atau Captain America, sementara di film baru ini Black Widow punya hubungan romantis dengan Hulk.

Jawabannya memang bikin kaget. Renner spontan bilang,”She’s slut.” Dan Evans tertawa terbahak-bahak sambil bilang, “I was going to say something along those lines… complete whore.” Lalu menambahkan, “she’s flirt with everyone.” Renner lalu bilang, “she’s with prosthetic legs anyway.

Dan bisa ditebak, fans marah. Twitter ramai dengan kritikan bahwa dua aktor merendahkan karakter perempuan, misogini, dan seterusnya.

Dua aktor ini lalu meminta maaf atas ucapan yang tak pantas. Evans bilang, “Yesterday we were asked, … we answered in a very juvenile and offensive way that rightfully angered some fans. I regret it and sincerely apologize.”

Renner juga bilang, “I am sorry that this tasteless joke about a fictional character offended anyone,… It was not meant to be serious in any way. Just poking fun during an exhausting and tedious press tour.”

Selesai? Ya. Tapi yang bikin saya penasaran adalah bahwa ucapan spontan ini sebenarnya pikiran bawah sadar dua aktor ini ketika melihat bagaimana karakter Black Widow ‘dieksploitasi’ Marvel. Pada 2010, karakter Black Widow pertama kali muncul di Iron Man 2. Dalam film itu, karakter ini sempat flirt dengan Tony Stark. Bahkan  Ms Pepper Potts sempet bilang bahwa Natalie Rushman (nama samaran Black Widow) akan menjadi “very expensive sexual harassment lawsuit.”

Lalu setelah penyamarannya terbongkar, Black Widow dipasangkan dengan Hawkeye pada 2012 di film The Avengers. Di film ini ada isyarat kalau mereka punya ‘cerita khusus’, bukan sekedar rekan kerja biasa.

Dua tahun kemudian, Black Widow ada di The Winter Soldier untuk membantu Captain America hidup di Abad 21. They even kiss, walaupun untuk menghindar dari kemungkinan bakal tertangkap musuh.

Di Avengers: Age of Ultron, sentuhan Black Widow bisa mengembalikan Hulk kembali jadi Bruce Banner, dan bikin Black Widow yang steril merasa seperti perempuan.

atas-bawah : Iron Man 2, The Avengers, Captain America : The Winter Soldier, Avengers : Age Of Ultron

Jadi, ketika Renner dan Evans spontan bilang “slut”, atau “whore,” ya mungkin sedikit banyak ada benarnya. Karakter ini dieksploitasi habis-habisan atas hubungannya dengan banyak karakter pria di banyak film Marvel.

Kenapa? Karena cuma dia karakter perempuan kuat di film marvel. Ya, benar ada Lady Sif tapi tempatnya di Asgard, sehingga Sif hanya tampil di franchise Thor, kadang-kadang di serial TV Agent of S.H.I.E.L.D. Gamora pun cuma ada di semesta Guardians of the Galaxy. Jadilah Black Widow sebagai karakter perempuan yang paling sering muncul di Marvel Cinematic Universe.

Ironisnya, Black Widow enggak punya filmnya sendiri. Karena menurut Hollywood, jagoan perempuan tidak menjual sebesar jagoan laki-laki. Masih ingat dengan Elektra (2005), yang juga diambil dari karakter komik besutan Marvel? Masih ingat juga Tomb Raider (2001 dan 2003)? Atau mari mundur lebih jauh, Barb Wire (1996)? Bandingkan dengan film-film dengan jagoan laki-laki.

Bahkan katanya, action figure-nya Black Widow cuma ada 3 dari 60 jenis keluaran Marvel. Padahal kalau lihat Hunger Games dan Frozen atau Kill Bill, jagoan perempuan juga enggak kalah dengan jagoan laki-laki—dalam hitungan profit.

Ujung-ujungnya yang bikin saya cemas adalah bagaimana karakter Black Widow ini membentuk konsep perempuan ideal bagi anak-anak perempuan. Karena yang menonton film ini enggak cuma anak laki-laki, tapi juga anak perempuan. Walaupun di bioskop kita ratingnya R alias Remaja, tetap ada anak-anak yang dibawa masuk ke bioskop: laki-laki atau perempuan.

Apakah perempuan yang ideal itu punya hubungan khusus dengan banyak pria? Tentu bukan Black Widow seperti itu yang bisa dijadikan panutan.

*ship berasal dari kata relationship. Secara bebas diterjemahkan sebagai hubungan antara karakter-karakter yang dianggap canon! Bisa hubungan romantis ataupun platonik.

* diambil dari blog andrakadbra: https://andrakadabra.wordpress.com/2015/04/29/exploit-black-widow/

 

The following two tabs change content below.
andramega@gmail.com'
we're happy deep inside
andramega@gmail.com'

Latest posts by andrakadabra (see all)

Comments

comments