Ilustrasi Consigliere (foto: electronpencil.com)

Consigliere di Pusaran Kekuasaan

BertuturCom – Bangsa ini telah melahirkan banyak tokoh. Sebagian besar dari mereka punya posisi istimewa di hati rakyat, paling tidak di hati pendukung setianya. Kemunculan tokoh tentu tidak terjadi begitu saja. Banyak hal yang mewarnai prosesnya.

Seorang tokoh tentu tidak selalu memiliki citra positif. Dia mungkin diagung-agungkan di satu kelompok, namun mendapat caci maki di kelompok masyarakat lain. Itulah bukti adanya proses yang melatarbelakangi kelahiran seorang tokoh.

Gajah Mada, misalnya. Buku pelajaran menyebut dia sebagai Maha Patih dari Kerajaan Majapahit yang menyatukan Nusantara dengan Sumpah Palapa. Namun, belakangan ada pula teori yang menyebut sang Maha Patih tak lebih dari seorang begundal penyebab Perang Bubat yang fenomenal itu.

Ada banyak persamaan dari proses lahirnya tokoh besar di dunia ini. Salah satunya, pasti ada satu atau sekelompok orang yang setia berada di dekatnya, sejak sang tokoh belum menjadi apa-apa. Dia selalu ada di samping sang tokoh meski seluruh dunia mencacinya.

Di dunia mafia, orang setia seperti ini disebut consigliere. Posisi consigliere sangat terhormat dalam struktur keluarga mafia. Consigliere ini berasal dari bahasa Italia yang berarti konselor atau penasehat. Konselor bagi siapa? Tentunya konselor untuk boss, pemimpin tertinggi kelompok mafia.

Di beberapa keluarga mafia, consigliere bisa mewakili boss dalam berbagai pertemuan atau perjanjian bisnis. Consigliere bahkan dianggap sebagai anak angkat para boss. Para anggota mafia yang di lapangan (associates) hingga petinggi mafia di sebuah wilayah (caporegime) menghormati consigliere sama seperti boss­-nya sendiri.

Beberapa consigliere yang terkenal di dunia mafia adalah Carmine Sessa dan Joseph Yacovelli. Keduanya adalah consigliere bagi boss dari keluarga Colombo. Pada 1970-an, keduanya melakukan ‘pembersihan’ di dalam kelompoknya. Yacovelli membunuh sejumlah orang yang tidak loyal kepada boss.

Terlepas dari aktivitas kejahatan dan keluarga mafia, banyak orang yang berperan menjadi consigliere bagi tokoh-tokoh tertentu. Para tokoh ini tentu bukan selalu orang yang ada di dunia kriminal. Namun, para consigliere ini di mana-mana sama. Mereka loyal dan punya peran signifikan.

Siapa consigliere bagi Gajah Mada sehingga bisa tenar seperti sekarang? Dia adalah Arya Damar, salah satu orang yang setia terhadap Gajah Mada dan selalu ikut berperang dengan Gajah Mada di daerah-daerah penaklukan.

Sukarno juga punya banyak consigliere. Mereka punya bidangnya masing-masing dan mengurus urusan masing-masing. Sayang, para consigliere ini tak berdaya ketika kekuasaan sang boss dilucuti dan akhirnya meninggal dunia.

Suharto sejak awal kepemimpinannya punya tangan kanan yang setia. Para consigliere ini mengamankan kekuasaan boss­-nya dengan berbagai cara. Dari menghabisi lawan politik hingga memberantas para preman.

Pengetahuan tentang keberadaan consigliere menjadi penting dalam perpolitikan saat ini. Pendekatan dan lobi politik, khususnya menjelang pemilu, sangat jarang dilakukan para boss. Justru, para consigliere-lah yang mengatur semuanya.

Megawati Soekarnoputri tak pernah mengurusi lobi-lobi politik. Dia hanya bersedia bertemu dengan tokoh yang juga memiliki posisi boss. Consigliere bagi Mega saat ini mungkin berasal dari keluarga atau trah-nya sendiri.

Bagaimana caranya melobi Susilo Bambang Yudhoyono? Tentunya bisa lewat salah satu consigliere­-nya. Dia merupakan orang yang loyal kepada SBY sejak berkarir di militer hingga menjadi penguasa negeri ini.

Para tokoh lainnya, seperti Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, hingga Hatta Rajasa, tentu punya consigliere. Para lawan atau mitra politiklah yang harus menemukan siapa consigliere ini. Dengan berhubungan dengan orang yang tepat, hasil lobi pun bisa maksimal. (ikh)

*foto: electronpencil.com

The following two tabs change content below.

Comments

comments